Koperasi Hidayah Adil Makmur
SHARE :

RI Resesi, Teten Masduki: Kita Lebih Baik dari Uni Eropa dan Singapura

6
11/2020
Kategori : Berita Terkini
Komentar : 0 komentar
Author : Karim Al-Jabber


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI Teten Masduki hadir dalam Festival Kewirausahaan Astra yang digelar secara virtual untuk memberikan keynote speech sekaligus untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) antara Astra dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah RI. Dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama terkait pengembangan Desa Sejahtera Astra klaster kopi dan pengembangan digitalisasi koperasi (21/10).

Jakarta – Menteri Kooperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengomentari ihwal masuknya Indonesia ke jurang resesi berdasarkan pengumuman resmi Badan Pusat Statistik, Kamis, 5 November 2020. Teten mengatakan kontraksi yang dialami Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain, seperti Singapura, India, dan Uni Eropa.

“Kalau dibandingkan negara lain kita relatif lebih baik. Kita -3,49 persen, sedangkan India -23,9 persen; Singapura 13,2 persen, dan (Uni) Eropa merosot -14,4 persen,” ujar Teten dalam webinar bersama Grab Indonesia, Kamis, 5 November 2020.

Meski demikian, Teten mengakui resesi telah menimbulkan gejolak ekonomi yang imbasnya turut dirasakan sektor UMKM. Dia menyebut sejumlah UMKM telah mengalami penurunan pendapatan.

Di samping itu, banyak pekerja kehilangan mata pencahariannya lantaran lesunya produktivitas usaha. 

Pola konsumsi pun berubah. Saat ini, kata dia, masyarakat memfokuskan belanja untuk kebutuhan-kebutuhan prioritas harian seperti makanan, minuman, kesehatan, dan keperluan sekolah. Di saat-saat seperti itu, Teten mengatakan pelaku UMKM harus beradaptasi melalui sistem digital.

Menurut Teten, sejak pandemi berlangsung, jumlah UMKM yang bertrasformasi untuk go digital atau memanfaatkan platform daring sudah mencapai 16 persen atau 2,5 juta pelaku usaha. Padahal, pada Januari lalu, pelaku usaha UMKM yang go digital baru berkisar 13 persen.

Dengan perangkat digital, Teten meyakini pelaku UMKM akan mampu mengembangkan produknya secara lebih inovatif. “Saya kira langkah-langkah inovasi produk dan adaptasi usaha di era pandemi mutlak dilakukan supaya kita lebih baik,” katanya.

Kendati UMKM berat untuk tumbuh di masa krisis, Teten optimistis sektor ini akan memperoleh pencapaian baik pada 2021. Apalagi, kata dia, saat ini pemerintah telah menggelontorkan sejumlah stimulus, seperti bantuan sosial tunai hingga bantuan pembiayaan.

Di samping itu, pemerintah juga telah menggratiskan sertifikasi halal untuk usaha mikro dan kecil. “Jadi izin edar produk makanan dan minuman lebih cepat,” ucapnya.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar