Koperasi Hidayah Adil Makmur
SHARE :

54 Koperasi Dibubarkan, 8 Tumbuh di Masa Pandemi

28
10/2020
Kategori : Berita Terkini
Komentar : 0 komentar
Author : Karim Al-Jabber


Kadis Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa.

Dalam kurun waktu empat tahun, ada 54 koperasi di Tabanan yang dibubarkan. Namun, di saat perekonomian sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020, juga muncul beberapa koperasi baru. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa, menerangkan, di tahun 2020 ini tercatat ada 8 koperasi yang terbentuk di Kabupaten Tabanan. 

Menurutnya, pembentukan koperasi baru tersebut sudah dibarengi dengan pemahaman mengenai seputar dunia koperasi. Sehingga diharapkan koperasi baru ini bisa menjalankan manajemen yang baik.

“Saat pembentukan koperasi itu diajukan, kita sudah berikan penjelasan menyangkut perkoperasian serta konsultasi, agar mereka paham betul manajemennya,” ungkapnya, Selasa (27/10).

Selanjutnya setelah siap, baru yang bersangkutan mengajukan badan hukum ke notaris. Dan, dengan adanya tambahan koperasi baru ini, maka total koperasi yang ada di Kabupaten Tabanan sebanyak 593, namun 167 unit usaha koperasi yang tidak aktif.

Terbentuknya koperasi yang baru ini, lanjutnya, murni menggunakan permodalan awal yang bersumber dari para anggota koperasi bersangkutan dan tidak ada bantuan modal dari pemerintah.

“Kalau untuk koperasi yang sudah berjalan dan minimal menggelar rapat anggota tahunan dua kali, baru mendapatkan bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.

Delapan koperasi baru tersebut terbentuk sebelum pandemi Covid-19 sebanyak 3 unit, kemudian sisanya terbentuk pada bulan Mei hingga Agustus saat  pandemi Covid-19.

Dari 8 koperasi tersebut, hanya satu yang melayani simpan pinjam. Sedangkan lainnya  bergerak di bidang produsen, pemasaran, koperasi konsumen dan ada juga koperasi bergerak di bidang jasa.  

“Sebenarnya ada dua koperasi baru lagi yang sudah berbadan hukum, tetapi masih menunggu proses legalitasnya,” lanjutnya.

Di sisi lain, sejak tahun 2017 hingga 2020, ada 54 koperasi yang dibubarkan oleh pemerintah, dengan rincian 16 koperasi dibubarkan di tahun 2017, dan 38 koperasi dibubarkan di tahun 2018.

“Koperasi yang tidak aktif kalau sudah tidak mungkin dibangkitkan lagi, maka Kementerian diberikan wewenang untuk membubarkan, dan kita di Kabupaten membantu memfasilitasinya,” tambah Kabid Kelembagaan dan Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani.

Sedangkan untuk koperasi tidak aktif, sejak tahun 2017 terus meningkat jumlahnya hingga di tahun 2020 ini berjumlah total 167 unit usaha. Di tahun 2017 ada 107 koperasi yang tidak aktif, kemudian di tahun 2018 bertambah menjadi 129 koperasi, di tahun 2019 bertambah menjadi 168 unit, dan di tahun 2020 berkurang menjadi 167 unit. 

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar